Senin, 2009 April 27

Hidup Adalah Kesempatan

Kehidupan yang kita jalani sampai sekarang ini adalah kesempatan yang Tuhan masih berikan bagi setiap kita. Tiap hari Tuhan beri kita kesempatan. Karena itu, mari kita memanfaatkan setiap kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk melakukan hal-hal yang berkenan dihadapan Tuhan bukan malah sebaliknya hidup yang ada digunakan untuk keinginan dunia.

Tiap detik, tiap menit, Tuhan selalu memberikan kesempatan untuk kita. Pilihan ada di tangan kita, apakah kita mau melakukan hal-hal yang baik dan itu membawa kita kepada sesuatu yang lebih baik atau kita melakukan hal-hal yang buruk dan itu membawa kita semakin jauh dari Tuhan.

Kesempatan dapat membuat kita menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk, itu tergantung bagaimana kita menggunakannya. Kita pakai kesempatan untuk melayani Tuhan atau melayani dosa? Pilihan ada di tangan kita.

Galatia 5:13
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Tuhan menghendaki hidup kita semakin hari jadi lebih baik dan semakin berkenan dihati-Nya. Manfaatkan setiap keadaan dan peristiwa sebagai kesempatan untuk belajar lebih lagi, jangan sia-siakan setiap kesempatan.


Orang bijaksana adalah orang yang belajar dari kegagalannya. Selalu ada kebaikan dari setiap keburukan, Jika kita ingin belajar dari keburukan maka kita akan mendapatkan kabaikan dari keburukan tersebut.

Dalam setiap peristiwa selalu ada kesempatan untuk belajar sesuatu. Jika kita inginkan satu kemenangan pasti kita akan melewati setiap proses dan tantangan, tetapi itu tergantung dari cara kita memandang setiap tantangan dan masalah yang ada. Apakah kita memandang masalah hanya sebagai masalah ataukah kita memandang masalah dan tantangan sebagai kesempatan bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi, kesempatan untuk bertumbuh, berakar dan menghasilkan buah.

Pengertian Kata “Kesempatan”

1. Waktu yang Tepat


Kesempatan (Yun:“Kairos”) artinya waktunya Tuhan. Waktu Tuhan selalu tepat, berbeda dengan waktunya manusia. Jangan sia-siakan kairos-Nya Tuhan dalam hidup kita. Sama seperti kisah Maria dan Marta. Marta melewatkan Kairos-Nya Tuhan tetapi maria memanfaatkan kesempatan tersebut untuk duduk dibawa kaki Tuhan, mendengarkan Tuhan berbicara karena Maria mengerti bahwa itu adalah waktu yang tepat untuk belajar sesuatu dari Tuhan.

2. Musim atau Waktu yang ditetapkan

Seorang petani mengetahui musimnya untuk menanam dan menuai. Jika petani tersebut melewatkan musim menanam, dia tidak akan dapat menuai pada saat musim menuai, ia harus menunggu musim menanam berikutnya. Sebab itu mari belajar mengenal waktu atau musimnya Tuhan.

Mari kita manfaatkan setiap kesempatan, karena kesempatan itu seperti musim. Jangan lewatkan setiap kesempatan yang ada, karena kita bisa kehilangan hal-hal terbaik yang Tuhan sudah sediakan bagi kita.

3. Pintu Masuk


Kesempatan (Yun: “Thura”) artinya pintu masuk (portal/entrance). Ketika Tuhan memberikan kesempatan, sebenarnya kita sedang berada di depan pintu masuk. Kesempatan setiap hari Tuhan berikan bagi kita untuk menjadi orang yang sukses. Setiap hari Tuhan membuka pintu bagi kita untuk jadi orang yang berhasil. Setiap orang yang memanfaatkan kesempatan tersebut pasti akan menjadi orang-orang yang berhasil.

Jika kita ingin menjadi orang yang sukses, kita harus memanfaatkan setiap waktu yang Tuhan berikan. Pergunakan kesempatan tersebut untuk belajar hal-hal yang baru dari Tuhan. Saatnya kita menjadi orang-orang yang sukses, orang-orang yang diberkati.

“ Orang yang berhasil adalah orang yang memanfaatkan setiap kesempatan.”

Darimana datangnya kesempatan?

1. Lewat Masalah/Tantangan
1 Korintus 16:9
“Sebab di sini banyak kesempatan bagiku ntuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.”

Bagi sebagian orang, tantangan merupakan sesuatu yang menakutkan tapi sesungguhnya itu merupakan kesempatan untuk kita melakukan perbuatan yang besar dan penting.

Orang yang takut dengan masalah adalah orang-orang yang tidak pernah melakukan perbuatan yang besar dan penting. Untuk melakukan sesuatu yang besar dan penting, kita harus siap berhadapan dengan tantangan.

Cara pandang kita terhadap setiap masalah harus berbeda, jangan pandang masalah sebagai masalah tetapi pandanglah masalah sebagai suatu kesempatan bagi kita untuk melakukan Firman Tuhan. Misalnya: ada orang yang memusuhi kita, maka itu adalah kesempatan untuk kita melakukan firman Allah.

Firman yang mana? Firman Tuhan yang mengatakan: kasihilah musuhmu!

2. Lewat Aniaya
Ketika Paulus ditangkap dan dipenjarakan merupakan kesempatan untuk menyaksikan kebesaran Tuhan (Kisah para Rasul 21:30). Kesempatan datang melalui aniaya tujuannya supaya kita dapat bersaksi.

Ingat dengan Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego? Mereka tidak mungkin memiliki kesaksian yang dahsyat jikalau mereka tidak mengalami aniaya.

Kesempatan untuk
Bertumbuh dan Berbuah
Lukas 13:6-9

Tuhan mencari buah dalam hidup kita. Jika hidup kita tidak berbuah maka bisa terancam untuk ditebang oleh Tuhan seperti yang Tuhan lakukan terhadap pohon ara yang tidak berbuah (Baca: Lukas 13:3-6).

Tuhan sudah memberikan kesempatan kepada pohon ara untuk hidup di kebun anggur. Tetapi kesempatan itu tidak dimanfaatkan dengan baik. Tiga tahun tetap tidak berbuah.

Kemudian atas permintaan pengurus kebun anggur, Tuhan memberikan kesempatan yang kedua kepada pohon ara untuk tetap hidup dengan tujuan agar berbuah.

Yunus diberikan kesempatan kedua untuk melakukan perintah Tuhan setelah kesempatan pertama dia buang dengan lari ke Tarsis. Petrus juga begitu. Dia sempat kembali kepada pekerjaannya sebelum dia kembali kepada panggilannya untuk menjala dan menggembalakan jiwa-jiwa.

Sesungguhnya seperti itulah hidup kita. Kita diberikan kesempatan hidup di kebun anggur atau tempat penggembalaan agar kita bertumbuh dan berbuah.

Nah, kalau sekarang kita masih hidup itu artinya Tuhan masih memberikan kesempatan untuk kita bertumbuh dan berbuah. Amin.

Read More..

Jumat, 2009 Maret 13

Pentingnya Penggembalaan

” Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.”
Mazmur 27:4
Bacaan: Mazmur 27:4-6

Daud seorang yang memiliki kekayaan dan jabatan yang tinggi, karena dia seorang raja. Tetapi kekayaan dan jabatannya tidak bisa memberikan kepuasan dan kebahagiaan yang sejati. Masih ada yang kurang di dalam diri Daud. Hal itu terbukti dengan sebuah permintaan yang diajukan kepada Tuhan.

Apa permintaan Daud?
Dari bacaan kita pada hari ini kita mengetahui apa yang Daud minta. Daud meminta supaya dia dapat diam di dalam rumah Tuhan seumur hidupnya.

Mazmur 23:6
“Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”

Kalimat di atas merupakan ungkapan hati Daud untuk setia di rumah Tuhan. Ini berbicara mengenai komitmen Daud kepada Tuhan.

Kerinduan Daud untuk tinggal di rumah Tuhan ini dikaitkan dengan penggembalaan. Diam di rumah Tuhan itu berarti berbicara mengenai tinggal di tempat penggembalaan.

Mazmur 23:1
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Jadi, setia di rumah Tuhan artinya setia berbibadah di tempat penggembalaan.Minggu lalu kita sudah bahas mengenai kesetiaan dan komitmen Daniel dalam hal ibadahnya kepada Tuhan. Akhirnya Tuhan memberikan kehormatan kepada Daniel meskipun dia harus melewati lembah kekelaman di dalam goa singa.

Sebab itu jangan ada di antara kita yang mengabaikan ibadah. Ibadah itu berguna bukan hanya untuk perkara-perkara rohani melainkan berguna untuk hidup sekarang ini (jasmani) dan hidup yang akan datang (rohani).

I Timotius 4:8
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Ada orang mungkin berkata: “ Percuma kamu beribadah. Keadaanmu tetap sama saja!”

Apa betul ibadah kita percuma?
Ya, kalau kita beribadah tidak dengan segenap hati (Matius 15:8-9). Tetapi kalau kita beribadah dengan segenap hati, Tuhan membuat perbedaan dengan orang-orang yang tidak beribadah.

Sebab itu jangan lagi kita berkata: “Percuma kamu beribadah!” hanya karena kita melihat anak, isteri atau suami hidupnya tidak berubah. Perubahan itu membutuhkan waktu. Tidak bisa orang itu rajin beribadah dalam satu bulan langsung kudus kayak Tuhan Yesus.

Tuhan pernah memberikan teguran keras kepada orang Israel karena mereka berkata: “sia-sia beribadah kepada Allah!”

Maleakhi 3:13
Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?" Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah...!"

Jangan sampai kita dianggap kurang ajar oleh Tuhan karena perkataan kita. Hati-hati dengan lidah Anda karena Tuhan mencatat setiap apa yang kita ucapkan.

Maleakhi 3:16
Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."

Tuhan menghendaki Anda dan saya setia beribadah di tempat penggembalaan karena penggembalaan merupakan:

1. Tempat Menikmati Kemurahan-Nya
“...diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.”

Setiap orang yang setia beribadah di tempat penggembalaan akan menemukan kemurahan Tuhan karena Dia tidak akan membiarkan mereka kekurangan.

Kehidupan Daud bergantung penuh kepada kemurahan Allah. Begitu pula seharusnya kehidupan Anda dan saya. Ketika kita bergantung kepada kemurahan Allah, maka Allah bertanggung jawab untuk memelihara hidup kita sehingga kita tidak akan pernah kekurangan.

“ Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku...”

Jika kita sungguh-sungguh menjadikan Tuhan sebagai Gembala kita, maka kita akan hidup dalam kemurahan-Nya. Dia akan menyediakan apa yang menjadi kebutuhan domba-domba-Nya. Sebagai Gembala, Tuhan pasti mencukupi apa yang menjadi kebutuhan kita baik rohani maupun jasmani.

2. Tempat Perlindungan
Mazmur 27:5
“ Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.”

Domba yang berada di dalam kandang akan aman dari ancaman serigala atau singa yang buas. Begitu pula dengan setiap orang kristen yang tinggal di kandang penggembalaan, akan mendapatkan perlindungan dari Gembala Agung. Di tempat penggembalaan kita akan aman dari serangan kuasa kegelapan.

Tidak sedikit orang-orang kristen yang menjadi korban dari kuasa gelap karena mereka tidak tinggal di tempat penggembalaan.

Ingat Daniel? Dia dilindungi oleh Tuhan ketika berada di goa singa karena kesetiaannya beribadah kepada Tuhan.

Daniel 6:11
“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”

Begitu pula dengan Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Ketiga pemuda Yahudi yang takut akan Tuhan ini harus berhadapan dengan perapian yang menyala-nyala, tetapi karena komitmennya kepada Tuhan, akhirnya Tuhan lindungi. Tidak ada bau hangus di tubuh mereka.

Sebab itu setialah beribadah di tempat penggembalaan agar hidup Anda, keluarga dan usaha Anda dijaga dan dilindungi oleh Tuhan.

3. Tempat Berkorban
Mazmur 27:6
“ Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.”

Penggembalaan merupakan tempat bagi kita untuk berkorban. Apa yang harus kita korbankan?

Sebagai keluarga Allah yang ditanam di tempat penggembalaan, kita harus bersedia berkorban waktu, pikiran, tenaga maupun harta kita untuk Tuhan. Bahkan kita juga harus siap untuk berkorban perasaan.

Milikilah kesukaan untuk diam di rumah Tuhan seumur hidup kita. Amin.

Read More..

Buah Ketekunan

” Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa."
Kis 2:42


Gereja mula-mula bertumbuh secara kualitas dan secara kuantitas. Pengikut Yesus pada jaman itu bertumbuh secara kualitas. Semakin hari mereka semakin dewasa.

Tuhan menghendaki seiring dengan pertumbuhan usia kita kedewasaan rohani kita juga mengalami pertumbuhan. Bukan hanya umurnya bertambah tetapi rohaninya tetap kanak-kanak.

Jemaat mula-mula mengalami pertumbuhan dan pertambahan. Tiap-tiap hari ada jiwa-jiwa yang diselamatkan. Apa rahasianya? Karena di dalam jemaat ada mujizat dan tanda ajaib.

Mujizat yang terbesar bukanlah ketika orang yang lumpuh bisa berjalan atau bahkan orang yang mati dibangkitkan melainkan ketika hidup kita diubahkan oleh Tuhan.

Rahasia pertumbuhan gereja mula-mula ada di dalam ayat ini:

“ Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.”
Kis 2:42

Kunci untuk mengalami pertumbuhan secara kualitas dan kuantitas dalam hidup yaitu: bertekun. Jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran dalam persekutuan dan dalam doa.

Begitu pula dengan Anda dan saya. Kita harus bertekun dalam tiga macam ibadah utama, yaitu ibadah Raya, ibadah Pemahaman Alkitab dan ibadah Doa. Ini adalah tiga macam alat di dalam Ruang Kudus dalam Tabernakel.

Jika setiap jemaat mau bertekun dalam tiga macam ibadah ini, maka gereja kita akan mengalami pertumbuhan secara kualitas dan kuantitas. Ketika gereja sungguh-sungguh menjadi rumah Tuhan, maka mujizat pasti terjadi di tengah-tengah jemaat.

Anda mungkin masih ingat waktu Tuhan Yesus masuk Bait Allah, sebelum terjadi mujizat Tuhan lebih dahulu membersihkan bait Allah. Kenapa harus dibersihkan? Karena Bait Allah dikotori oleh para pedagang merpati dan penukar uang.

Saat itu Bait Allah sudah berubah fungsi, bukan sebagai rumah doa melainkan sudah menjadi sarang penyamun atau rumah dosa. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengembalikan fungsi rumah Allah sebagai rumah doa.

Matius 21:12-13
Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."

Setelah bait Allah kembali kepada fungsinya, maka terjadilah mujizat dan tanda ajaib. Orang-orang yang buta dicelikkan dan yang timpang dapat berjalan.

Apabila di dalam gereja ada persekutuan, pengajaran dan doa-doa yang dinaikkan, maka akan ada mujizat. Perbuatan tangan Tuhan yang ajaib akan terjadi di dalam gereja.

Buta Rohani
Matius 21:14
Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.

Tuhan tidak menghendaki anak-anaknya buta. Mungkin mata jasmaninya tidak buta tetapi mata hati dan mata imannya yang buta.

Apa yang menjadi penyebab mata rohani seseorang buta?

1. Tidak Percaya Injil
II Kor 4:3-4
”Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.”

Ketidakpercayaan terhadap firman Allah akan membutakan mata rohani seseorang. Sebab itu jangan sampai ada benih ketidakpercayaan di dalam hati kita.

2. Tidak Bertumbuh
2 Pet 1:5-9
“ Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.”

Iman kita harus bertumbuh. Iman yang benar akan membawa kita kepada penguasaan diri, kesalehan, ketekunan dan kasih. Jika tidak bertumbuh, maka kita bisa menjadi buta hati dan buta iman.

3.Benci dalam hati
I Yoh 2:9-11
”...Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.”

Kebencian akan membutakan hati kita. Sebab itu jangan menyimpan kebencian dan kepahitan dalam hati Anda.

4. Merasa diri sudah Kaya
Why 3:17-18
”...Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,”

Jika kita hanya membanggakan kekayaan jasmani saja, hal itu bisa membuat kita buta di mata Tuhan. Sebab itu mari kita singkirkan semua hal yang dapat membuat Anda dan saya mengalami kebutaan rohani.

Ketekunan kita dalam pengajaran dan dalam doa akan menyingkirkan kebutaan dari dalam hati kita.

Ketekunan juga akan mendatangkan:

1. Mujizat dan Tanda Ajaib (Kis 2:43)
Ketekunan akan mendatangkan mujizat dalam rumah tangga kita, dalam bisnis dan pekerjaan kita. Ketekunan kita dalam pengajaran akan menghasilkan mujizat yang besar.

Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang tekun. Ketekunan akan membentuk pribadi yang tangguh dan tidak mudah putus asa atau tidak mudah menyerah kepada keadaan. Ketekunan akan membawa seseorang ke pintu gerbang kesuksesan.

2. Kesatuan (Kis 2:44)
Kalau kita tekun dalam ibadah, tekun dalam pengajaran dan tekun dalam doa, maka akan menghasilkan kesatuan. Kalau kita bersatu maka Tuhan akan memerintahkan berkat.

Apa yang menyatukan kita? Pengajaran firman Allah. Kalau suami isteri dan anak-anak tekun dalam pengajaran, maka keluarganya akan kuat karena bersatu.

3. Sikap Saling berbagi (Kis 2:45)
Ketekunan dalam pengajaran akan membuat kita suka berbagi. Pengajaran firman Allah sanggup mengubah kita menjadi suka memberi dan berbagi.

Bagaimana dengan Anda???

Read More..
 
template by : uniQue  |    (c)2008 blog resmi gereja petra manado :  modified n created by;sb.susanto